Black Hat SEO
SEO

Black Hat SEO, Teknik SEO yang harus dihindari

Sekitar dua hari yang lalu saya membuat sebuah artikel yang membahas tentang SEO On Page dan SEO Off Page. Keduanya merupakan jenis SEO berdasarkan tempatnya (didalam atau diluar web). Sedangkan SEO bisa dibagi 3 lagi berdasarkan tekniknya, yaitu Black Hat SEO, White Hat SEO, dan Grey Hat SEO. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Sebenarnya yang sangat direkomendasikan oleh Google adalah White Hat SEO. Alasannya karena paling aman meskipun lama dalam melakukannya. Artinya membutuhkan proses yang cukup panjang. Namun karena White Hat SEO adalah teknik yang butuh riset lagi, kali ini sanya ingin membahas tentang Black Hat SEO.

Pengertian Black Hat SEO

Black Hat SEO adalah suatu teknik yang digunakan untuk menaikan peringkat dan trafik suatu website yang dilakukan dengan cara melanggar berbagai aturan yang sudah dibuat dan disepakati oleh mesin pencari (Google).

Bisa dibilang Black Hat SEO merupakan teknik yang dibenci oleh Google. Apalagi teknik ini memberikan hasil yang instan dengan cara mencari-cari dan menggunakan kelemahan algoritma mesin pencari. Padahal sudah diketahui semua yang instan itu belum tentu baik.

Trafik yang dihasilkan memang melonjak tinggi, namun sayang hanya bertahan sementara dan tidak akan bertahan lama. Penamaan Black Hat sendiri diambil dari film yang menggunakan tokoh bertopi hitam sebagai orang yang jahat dan licik.

Teknik Black Hat SEO yang populer digunakan : 

Link

1. Saling Bertukar Link

Cara ini merupakan cara kuno untuk meningkatkan trafik. Tukar link artinya saya pasang link blog kamu dan kamu pasang link saya secara bersamaan. Bagi seorang blogger yang baru saja ngeblog, tentu ini tawaran yang tidak boleh dilewatkan. Dan sebagai pemula pasti mau.

Namun cara bertukar link ini sudah ditetapkan sebagai black hat SEO. Alias cara yang dilarang oleh Google. Semenjak google update dengan algoritma Google Penguin, cara oni sudah tdak bisa diterapkan. Google mendefinisikan cara tukar link merupakan cara yang tidak bagus dan mendeteksi kualitas link yang buruk.

2. Artikel Spinning

Artikel spinning merupakan cara yang dilakukan dengan menggunakan alat atau tool. Tool atau alat artikel spinning ini merubah kosakata dan mengacak paragraph artikel milik blog lain. Sehingga dalam waktu singkat bisa menghasilkan artikel dengan jumlah yang cukup banyak.

Menurut beberapa sumber tool artikel spinning ini harganya bisa dibeli dengan harga murah. Tidak sampai satu juta juga bisa dapat. Memang murah dan bisa menghasilkan puluhan artikel dalam waktu sekejap. Namun banyak kekurangannya yang tidak terelakan.

Kekurangan dari artikel spinning adalah memiliki struktur kalimat yang susah dibaca. Dengan susah dipahami suatu artikel maka seorang pembaca bisa kabur dari web tersebut. Alhasil nilai bounce rate yang ada bisa naik drastis dan bisa membuat peringkat dimata google cepat turun.

3. Konten hasil Copy Paste

Ada bagian konten tertentu yang diperbolehkan untuk menyalin (Copy Paste) dari artikel atau sumber lain. Biasanya yang diperbolehkan Copy Paste itu pengertian dari pakar, arti suatu ayat Kitab Suci, hingga pasal-pasal pada Undang-Undang.  Hanya itu saja yang diperbolehkan untuk di Copy Paste. Perihal lain tidak diperbolehkan.

Mulai tahun 2011, mesin pencari Google update algoritma dengan Google Panda. Dengan update algortima Google bisa mendeteksi konten hasil copy paste dari web lain.  Kualitas konten original merupakan asset yang penting pada sebuah situs web.

4. Keyword Stuffing

Keyword merupakan hal utama dalam SEO. Tanpa kata kunci maka sebuah konten tidak akan bisa dibuat. Dalam sebuah konten pengulangan kata kunci bisa dilakukan dengan wajar atau secukupnya saja. Namun ada saja fenomena dimana sebuah artikel full dengan keyword saja dan jelas tidak enak dibaca.

Teknik pengulangan keyword atau kata kunci ini disebut dengan Keyword Stuffing. Masa bodo dengan kualitas konten yang penting diisi dengan keyword saja. Dahulu teknik keyword stuffing ini banyak digunakan untuk mengejar tradik saja. Black Hat SEO yang mudah digunakan tetapi sudah tidak mempan sekarang

5. Komentar Spam

Sebagian besar Blogger pasti akan senang kalau blog yang dibuat ramai dengan komentar atau ucapan terimakasih atas konten yang sudah dibuat. Namun seiring waktu fitur komentar ini dibuat untuk Black Hat SEO.

Komentarnya tidak nyambung seperti jualan obat pelangsing, dan lain-lain. Apalagi sekarang profil komentar bila di klik langsung mengarah ke website si spamer. Untuk mengatasi ini harus sering cek komentar atau pasang plugin anti spam.

6. Link Farm

Konsepnya hampir mirip dengan Keyword Stuffing. Yaitu dengan cara memenuhi halaman artikel dengan keyword. Akan tetapi khusus Link Farm, keyword yang ada disisipkan dengan link-link tidak jelas.  Teknik Black Hat SEO ini sudah tidak berlaku lagi sejak lama. Dan sangat dibenci oleh pengunjung.

Artikel dengan keyword yang disisipkan link memiliki kesan memaksa pengunjung untuk mengklik link tersebut. Google sangat tidak suka Black Hat SEO ini. Lebih baik membuat website dengan teknik yang benar-benar bersih dari Black Hat SEO.

7. Private Blog Network

Meskipun cara ini dilarang, tetapi pada dasarnya masih ada loh yang menggunakan PBN. Ap itu PBN? PBN merupakan blog yang dibangun oleh banyak blogger dan memiliki autoritas yang cukup tinggi. Namun setelah dibangun, akan ada banyak link yang masuk ke blog-blog yang ikut membangun pbn tersebut.

Biasanya blog PBN dibangun dengan domain kedaluarsa yang memiliki banyak backlink. Sehingga dalam pembuatannya tidak begitu repot.

Efek dari Black Hat SEO

Efek Black Hat SEO pada blog

Setiap teknik SEO yang digunakan pasti memiliki efek sendiri. Ada yang efeknya bagus dan cukup lama, ada aja yang bagus sementara tapi pada akhirnya buruk. Black Hat SEO memang mudah sekali diterapkan, namun hasilnya instan dan tidak cukup lama. Ini dia efek dari Black Hat SEO :

A. Google semakin menurunkan kredibiltas blog

Blog yang dibuat dan dimodali dengan domain harus terbuang sia-sia. Karena Google tahu apa yang digunakan yaitu Black Hat SEO.  Teknik tersebut membuat Google benci dan tidak segan-segan untuk menghapus atau men-take down blog tersebut.

B. Pengunjung berkurang drastis

Ini efek yang dirasakan pada bagian akhir. Saat menggunakan teknik Black Hat SEO, trafik blog akan meningkat dan bisa dibilang meningkat drastic. Namun dalam waktu singkat akan turun lagi.

C. Buang-buang duit dan waktu

Waktu yang digunakan untuk membuat blog pada akhirnya sia-sia. Bukannya semakin dicintai google malah dibenci. Bisa-bisa ujungnya malah di take-down sama google sendiri. Belum lagi urusan duit, mending kalau dipake buat beli domain. Bayangkan kalau duit yang digunakan juga buat beli hosting. Rugi besar

Paparan tentang Black Hat SEO diatas mungkin kurang lengkap. Dan buat para blogger yang masih belajar (seperti saya), gunakan teknik SEO yang benar ya. Mungkin bolehlah sesekali mencoba black hat SEO. Jangan lupa ada resikonya.

One Reply to Black Hat SEO, Teknik SEO yang harus dihindari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *